People Innovation Excellence

Bersama Kita Bisa

oleh Aryo Bimo

Kalau melihat judul di atas saya jadi teringat akan sebuah jargon pada kampanye pilpres 2004. Yang sayangnya kebersamaan itu kini sudah pudar bahkan hilang dan berganti menjadi kemasing-masingan alias tidak lagi bersama. Malah saling bersaing untuk merebut tampuk kursi kepemimpinan.

Sebuah kebersamaan memang suatu kata yang begitu indah namun juga penuh perjuangan untuk mewujudkannya. Sebuah kebersamaan tidak juga harus terwujud dalam suatu bentuk Negara, bisa juga dalam suatu kelompok yang lebih kecil, bahkan dalam hubungan pertemanan.

Namun yang pasti kebersamaan adalah suatu bentuk kerjasama yang idealnya memang memiliki rasa saling tolong menolong, saling memiliki, saling menghormati-respek satu dengan lainnya, saling membantu dan lain sebagainya.

Dalam lingkungan akademik tentunya kebersamaan sudah barang tentu merupakah suatu hal yang patut dimiliki. Sebagai pengajar kita hendaknya menjungjung tinggi rasa kebersamaan, bersama-sama, saling bahu membahu untuk memberikan yang terbaik bagi anak didik kita para mahasiswa. Sekaligus menjadikan contoh bagi mereka tentang pentingnya sebuah kebersamaan.

Jika kita tidak saling memiliki rasa kebersamaan bisa dibayangkan apa yang nanti akan terjadi. Semua akan tumbuh dalam suatu rasa individualistis, tidak peduli satu dengan lainnya. Walaupun perbedaan dan aura kompetisi merupakan hal yang juga tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, bahkan juga dalam kehidupan berakademik. Namun perbedaan itu bisa dipersepsikan atau disiasati sebagai kekayaan dan warna-warni daripada sebuah situasi kebersamaan itu sendiri, selama kita tetap memiliki sebuah kesepakatan yang sama, satu suara dan satu tujuan. Karena memang kita juga tidak bisa begitu saja menyatukan beragam isi kepala tapi intinya adalah bagaimana kita bisa menyiasati perbedaan ini menjadi suatu dinamika kebersamaan yg sehat.

Jangan sampai kebersamaan hanyalah sebuah status. Jangan sampai kata kebersamaan hanyalah status yang bersifat semu belaka. Kebersamaan yang dijalin  berdasarkan kepura-puraan, keterpaksaan.

Ayo mari kita teriakan “Bersama kita bisa!”

Aryo Bimo
Dosen dan Praktisi DKV


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close